Source: Youth GBI BSD

“Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: cintailah musuh-musuhmu, dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kalian,” (Mat 5 :44)

Kita sering menemukan kejadian demi kejadian yang diakibatkan dengan perasaan terluka, pengkhianatan dan kebencian para pengikut Kristus saat ini, mulai merajalela dari dalam Rumah Tangga sampai ke gereja2, bahkan sdh dianggap sebagai perilaku normal, kita tidak akan terkejut lagi bila pasangan suami istri Kristen saling menggugat utk bercerai, perpecahan Gereja kita anggap sudah hal yg biasa bahkan disamarkan karena “Kehendak Tuhan,” Politik dalam gereja dimainkan dengan dalih demi “kepentingan Jemaat,” bahkan secara terang2an kita ikut meng”amin”kan jika seorang Pendeta menyerang men-jelek2-kan Pendeta lain saat Khotbah, Kadang kita ikut mendukung Gembala Sidang & Para Pendeta dalam memainkan Manuver-Manuver Rohani utk menarik Jemaat,
begitu mudahnya ber-pindah2 gereja hanya karena masalah2 sepele, sudah mati-rasa kah kita?.(iya kali….!)

Walaupun kita sering sering menghadiri seminar & sekolah2 Alkitab, berapapun banyaknya buku2 yg telah kita baca bahkan betapa lamanya kita berdoa dan mengadakan penyelidikan Alkitab, jika kita masih merasa terluka dan merasa enggan utk memaafkan dan menolak utk bertobat dari dosa itu, maka kita jelas belum sampai kepada pengenalan akan kebenaran (kok jadi serius begini sih..)

Petrus bertanya, “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika dia berbuat dosa terhadap aku..? Sampai Tujuh kali…? Petrus anggap bahwa tujuh kali itu sudah termasuk kemurahan hati banget, tapi Yesus membuyarkan & mengejutkan dugaan kemurahan hati Petrus, dengan berkata: “Bukan! aku berkata kepadamu: bukan sampai Tujuh kali, melainkan sampai Tujuh Puluh kali tujuh kali, (Mat.18:21-22) dengan kata lain kita harus mengampuni seperti Tuhan
mengampuni yaitu: Tanpa Batas.

Tuhan Yesus telah menjelaskan: jika kita tidak mengampuni maka kita tidak akan diampuni-Nya dan jelas tidak dapat mewarisi Kerajaan Allah sama halnya dengan melakukan dosa Homoseksual, Perzinahan, Pencurian, membunuh, mabuk dan sebagainya,

Yesus menasehati kita utk berdamai dan memaafkan walaupun pelanggaran itu bukan kesalahan kita, dibutuhkan kedewasaan utk berjalan dalam kerendahan hati demi perdamaian, memulai langkah pertama lebih sulit bagi orang yg dilukai perasaannya, kesombongan selalu bersikap membela diri, kerendahan hati selalu setuju dan berkata: “Kamu benar, Saya-lah yg telah berbuat begini, Maafkan saya
ya”, (aduh..kedengarannya indah bangeet, yuk lakukan sekarang..!)

Haleluya. Amin

Pdt. Berta Asri
email: bertaasri@yahoo.co.id
Hp: 085729321386