Filipi 3:17-4:1; Amsal 23:2

“….. banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” (Filipi 3:17, 18).

Kehidupan salib bertentangan dengan kehidupan dunia. Manusia yang mengambil keputusan untuk mengikut jalan salib akan merasakan siksaan yang luar biasa di dalam dirinya. Jalan salib itu tidak mengenakkan bagi daging. Sebab sifat alamiah (nature) kita sudah terbiasa bergelimang dengan kepuasan daging. Bertahun-tahun kita memanjakan daging kita sebelum kita mengambil keputusan untuk mengikuti jalan salib.

Manusia yang bergelimang dengan kepuasan daging akan menjadi seteru salib. Tiga ciri berikut ini adalah orang-orang yang menjadi seteru salib:

Pertama, Tuhan mereka adalah perut. Ini berbicara tentang hawa nafsu, bukan sekedar kerakusan. Rakus memang identik dengan hawa nafsu. Saya sering bertemu dengan orang-orang yang menjadikan makanan sebagai Tuhan mereka. Setiap hari pikirannya dipenuhi dengan makanan. Salomo memberikan nasihat bijak, “Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu” (Ams. 23:2)! Makan itu untuk hidup, bukan hidup untuk makan.

Kedua, kemuliaan mereka adalah aib. Aib adalah malu, menurut bahasa aslinya: aischune. Kata ini dipakai dalam ayat, “Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya” (1 Yoh. 2:28). Bagi orang kudus segala perbuatan daging itu memalukan bagi Kerajaan Allah. Tetapi orang-orang dunia bangga dengan perbuatannya itu. Mempunyai istri banyak malah dipamerkan. Punya harta hasil korupsi malah diekspos di mana-mana. Tetapi itulah mereka yang menjadi seteru salib.
Ketiga, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Apa yang dipikirnya itu adalah materi melulu. Mereka sama sekali tidak lagi memikirkan tentang perkara-perkara rohani. Kalau perlu mereka rela mati asal mereka dapat memiliki perkara-perkara duniawi itu. Hati mereka tidak takut kepada hukuman Allah, sebab bagi mereka Allah hanyalah materi yang tidak mempunyai kuasa atas hidup manusia.

Renungan:
Anda pro atau kontra salib? Kalau Anda memutuskan menjadi pro salib, Anda wajib mengikuti jalan salib. Tidak mudah mengikuti jalan salib karena Anda harus mengikuti tuntutan salib. Tetapi orang yang tinggal dalam surga adalah mereka yang mengikuti jalan salib.

Jalan salib adalah jalan menuju kemuliaan.