loyalBacaan: Kej 26

Khotbah Sunday, 19 November 2008
oleh Pdm. Frans Wirayadi

Krisis selalu terjadi dalam hidup setiap orang, baik krisis di pekerjaan, global ekonomi, keseharian dalam rumah tangga dan sekolah, tetapi marilah kita memandanganya sebagai krisis terakhir. Marilah kita berharap melalui krisis ini, berkat kita nantinya akan menjadi lebih besar dan semoga terjadilah transfer kekayaan kepada kita semua dan gereja Tuhan seperti yang terjadi pada Ishak, anak Abraham. Dalam alkitab tertulis (Kej 26: 1): Maka timbullah kelaparan di negeri itu (Tanah Perjanjian). Ini bukanlah kelaparan yang pertama, yang telah terjadi pada jaman Abraham.

Sebab itulah Ishak pergi ke Gerar. Ada pepatah “like father, like son.” Abraham juga lari pada waktu terjadi kelaparan. Ishak pada waktu terjadi kelaparan juga hendak lari ke Gerar pada Abimelekh, raja Filistin. (2)Tuhan kemudian menampakan diri dan berfirman, “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggalah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau…” dan demikianlah dia diam di Gerar dan terjadilah berkah yg berlimpah. Ketaatannya kepada Allah yang telah Ishak tabur, menuaikan kelimpahan.

Alkitab mengatakan bahwa krisis adalah hal yg biasa. Bahkan pada bacaan hari ini pun, ini adalah kelaparan yg kedua. Justru contoh-contoh (Yakub dan Yusuf) memberikan bahwa kelimpahan dtg dlm krisis, maka tinggalah dalam Tuhanmu. Untuk krisis apapun, janganlah mencari dunia, campur dengan dunia, dan menjadi satu dengan dunia. SETIA pada Tuhanmu dan bersekutulah lebih baik dengan Tuhan. Jangan cari peramal dan tukang nujum lainnya, tapi TAAT. Taatlah dengan firman yang anda dengar. Setiap firman yg didengar, itu sudah pasti untuk anda., bukan untuk si tante/om/teman yang hari ini tidak datang. “Siapa yang punya telinga hendaklah mendengar.”

(3)”Tinggalah dalam negeri ini sebagai orang asing…” Dikatakan berkali-kali dalam alkitab (pada jaman Abraham dan lagi pada jaman Ishak) bahwa kita semua adalah turis di dunia ini yg bertanggung jawab utk membawa dan menyebar firman. Sebelum kita lahir, kita sudah dalam pikiran Tuhan. Dia sudah berpikir utk menciptakan kita dan menaruh kita dlm kandungan ibu kita. Kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah dan menjadi tanah. Karena itu janganlah kita mengikat diri kita dan apapun yg kita punyai dng dunia ini. Mobil, rumah, jabatan, ijasah, harta, semua ini tidak akan di bawa ke alam lanjut, hanya dosa dan diri kita sendiri yg akan menyertai kita. Investasikanlah milikmu untuk kerajaan surga, untuk nantinya di alam sana. Dunia/bumi di asosiasikan dng karat dan ngengat maka apa yg anda ikat dng dunia akan di makan oleh karat dan ngengat, semua itu fana dan dapat  curi.

Tuhan pernah bersumpah beberapa kali: “Aku akan menyertai engkau,” “Aku akan memberkati engkau,” “Keturunanmu akan kuberikan seluruh negeri dan aku akan memenuhi ikrar2 yg telah kuberikan pada Abraham,” dan kita sebagai keturunan Abraham dan Israel2 rohani yang kepadanya Tuhan akan memenuhi ikrar itu kepada kita.

(12)Maka menaburlah Ishak (= anak perjanjian dan tertawa). Dengan sumpah Tuhan telah berkata akan memberikan tanah perjanjian. Maka menaburlah anak perjanjian di tanah perjanjian tersebut dan dalam tahun itu juga anak perjanjian itu akan menuai 100 kali lipat sebab ia diberkati, maka anak perjanjian itu menjadi kaya.

Maka taatlah kita seperti ketaatan Ishak yang membuahkan karunia dan kekayaan yg berlimpah yang di cemburui orang-orang Filistin dan membuat Abimelekh mengusir  Ishak utk meninggalkan Gerar karena kecemburuannya. Ishak pun mengalah dan pergi. Ia memutuskan untuk pergi dan menggali kembali sumur2 ayahnya yg telah ditutup oleh org filistin.

(20)Sumur pertama yg dia gali tidak disenangi oleh gembala2 Gerar dan dengan kecemburuan mereka, dituduhlah Ishak bahwa air dari sumur itu adalah milik mereka. Ishak pun mengalah lagi dan melepaskan sumur itu dan menamainya Esek yg artinya penindasan. Kenapa Ishak yang setia dan taat malah diberi penindasan melalui gembala-gembala Gerar? Karena Allah ingin mengingatkan supaya kita tetap setia menjadi panduan Allah dan karena dengan dia menyerahkan miliknya, maka musuhnya itu akan ada kemungkinan utk bertobat nantinya.

(21)Sumur kedua yg dia gali, juga dituduh hal yang sama. Dilepaskannya pula sumur itu dan dinamainya Sitna (= fitnah). (22)Baru pada sumur yang ketiga, gembala Ishak dan gembala Gerar tidak lah bertengkar. Tuhan mulai memberikan kelonggaran dan Ishak menamai sumur itu Rehobot. Dan dari situ is pergi ke Berseyba.

(26)Kemudian Abimelekh karena takut melihat Ishak semakin berkuasa dan kaya dari dia karena Ishak diberkati Allah, datanglah dia kepada Ishak dan mengajak damai. Ishak pun mengadakan perjamuan bagi mereka dan melepas Abimelekh dengan damai. (31)Pada hari yang sama hamba2 dia datang dan memberitahukan bahwa mereka telah menemukan air. Kemudian Ishak menamai sumur itu Seyba (= kepenuhan dan kelimpahan).

Marilah kita persiapkan diri juga seperti kata Mzm 126. Jika kita taat dan dapat menguasainya, maka org2 luar akan berkata kuasa Tuhan sangatlah besar dan terjadilah transfer kekayaan seperti yang telah terjadi sebelumnya seperti yang tertulis dalam alkitab. (Transfer kekayaan pertama terjadi pada jaman Musa meninggalkan Mesir. Mesir itu adalah lambang dari dunia, kemegahan, dan kekayaan. Pada waktu Musa dengan sekian banyak tulah terjadi, dan dengan tulah terakhir, Firaun memaksa Musa keluar. Transfer kedua terjadi pada jaman Yakub. Terjadi kelaparan dlm tanah perjanjian. Anak ke 11 nya pada waktu itu sedang berada d mesir (sbg lambang dunia) dan kemudian Yusuf sbg orang ke2 didalam dunia itu memulai transfer kekayaan. Transfer ketiga pada waktu salomo yg penuh dng kelimpahan, ratu Seyba dtg membawa kelimpahan.)

Dan biarlah yang keempat untuk terjadi sekarang.

Jika kita taat, maka kita tidak akan stop pada Esek, ato Sitna, ato Rehobot, tetapi kita akan sampai pada Seyba. Ketaan kita akan membawa kita ke kelimpahan, maka janganlah tinggalkan tempat Tuhan pada waktu krisis.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita semua adalah hamba-hamba Tuhan. Dalam pelayanan terhadap Tuhan pun akan terjadi krisis. Tapi kuatlah dan taat sampai anda menguasai krisis itu. Tetaplah menabur dan investasikan apapun yg anda punyai utk kerajaan surga (ketaatan, kebaikan, keramahan, sukacita, dsb).

ditulis oleh Eva