© Pulpolux !!!

© Pulpolux !!!

Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 10 February 2008

Pdt Anthony Chang Sth. MA
Khotbah Raya II 10 Feb 08
Graha Bethany Nginden

Di tengah hidup dan permasalahan yang kita alami telah membuat kita masuk dalam suatu pergumulan, bahkan hal ini mungkin membuat kita kecewa terhadap Tuhan. Sehingga dari dalam diri kita timbul pertanyaan: ”Mengapa masalah selalu menimpa hidup kita padahal kita sudah melayani Tuhan?” Untuk menanggapi pertanyaan yang timbul dalam hati kita, maka kita harus memiliki sikap yang benar, maka kita akan menjadi kecewa.

Dalam Ayub 1:1-5, kita melihat bahwa Ayub merupakan orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan. Selain itu Ayub juga memiliki kerohanian yang baik, dimana dalam hidupnya selalu ingin menjadi contoh bagi anak-anaknya jika mereka memiliki kesalahan. Hal ini menunjukkan adanya kualitas kerohanian yang baik.

Dalam Ayub 1:6-9 Iblis berkata kepada Tuhan, katanya: ”Bagaimanakah jika Tuhan mengambil apa yang dimiliki Ayub, masihkah ia tetap saleh, jujur dan takut akan Tuhan ? Dan pada suatu saat Ayub mengalami peristiwa dimana semua anaknya meninggal, hartanya habis, sedangkan yang masih ada hanya isterinya. Namun setelah peristiwa itu, Ayub mengatakan bahwa dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayub 1:20) Dalam hal ini Ayub tetap memberi respon yang baik, Ayub dapat melewati masa yang sulit dalam hidupnya. Berikutnya Ayub mengalami hal yang lain yaitu dalam tubuhnya timbul borok. Dan ketika ditengah-tengah masalah istri Ayub tidak memberikan dukungan yang baik. Malahan isterinya berkata kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” (Ayub 2:9). Walaupun demikian Ayub tetap mengasihi Tuhan dengan ia mengatakan…Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. (Ayub 2:10) Dan pada akhirnya ia dapat melewatinya.

Dalam hidup ini, Tuhan lebih tahu apa yang kita alami. Sedangkan yang diperlukan dalam hidup kita sekarang adalah memiliki sikap yang benar. Semua peristiwa yang terjadi bagaikan awan yang gelap, namun di balik awan ada matahari. Dan apabila kita tetap bertahan, maka pada waktunya akan ada sinar bagi kita. Jadi saat kita dapat bertahan dalam kesulitan maka akan ada berkat tersembunyi yang akan disediakan bagi kita. Namun banyak orang yang tidak dapat menerima kenyataan.

Pada akhirnya kita melihat bahwa hidup Ayub dipulihkan. Apa yang hilang dari padanya Tuhan kembalikan (Ayub 42:12-17). Untuk itu apabila kita mengalami berbagai peristiwa maka kita harus mengubah pola pikir kita, dari yang negatif menjadi positif sebab Allah sangat tahu apa yang sedang kita alami, selain itu segala peristiwa pasti ada hikmahnya. Jika Allah telah memberikan anakNya yang tunggal maka Dia juga pasti akan memperhatikan kita. Dalam Roma 5:3-4 dikatakan bahwa Roh Kudus yang ada dalam kita akan selalu meneguhkan kita sehingga kita tetap benar di hadapan Tuhan. Jadi apapun yang terjadi belajarlah percaya bahwa dalam segala sesuatu Allah mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.