Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 21 September 2008

Rev. Paul Ang
Khotbah Raya III 21-09-08
Graha Bethany Nginden

Adakalanya dalam hidup ini setiap kita  pernah membatasi akan kuasa dan kerja Tuhan dalam diri kita. Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah terbatas oleh apapun juga. Sebab itu beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Jangan membatasi Tuhan

Mazmur 78:41, ayat ini menuliskan bahwa orang Israel membatasi Tuhan. Padahal Tuhan telah menyatakan kebesaranNya. Dimana mereka telah menyeberangi  laut teberau, pada siang hari ada tiang awan, dan malam hari ada tiang api. Namun demikian mereka masih membatasi Tuhan.

Dalam Firman Tuhan kita melihat bahwa Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa Allah akan membuat keturunannya banyak. Namun saat itu Abraham belum memiliki anak. Sehingga suatu hari Tuhan membawa Abraham untuk menyaksikan bintang di langit supaya ia tidak membatasi Tuhan. Dalam hidup ini jangan pernah membatasi Tuhan sebab Ia sanggup melakukan jauh lebih besar dari apa yang kita doakan dan pikirkan.

Jangan membatasi diri sendiri

Dalam hidup ini  kegagalan, atau peristiwa masa lalu seringkali dapat membatasi diri kita. Dalam Hakim-hakim 6:14-16, disana dikisahkan bahwa Gideon menerima nubuatan dari Tuhan bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan. Namun Gideon menjawab bahwa ia berasal dari kaum yang terkecil. Dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan dengan 2 fakta, yang pertama adalah fakta yang memang kita alami dalam hidup ini. Seperti dalam hakim-hakim kita melihat bahwa kenyatannya Gideon merupakan orang yang penakut dan lemah, namun kebenarannya adalah bahwa ia merupakan seorang pahlawan Allah. Tuhan sering berbicara pada kita bahwa kita bukan ekor tapi kepala, tetapi saat kita berada dalam kenyataan hidup kita menjadi bimbang. Dalam hidup ini jangan dibatasi oleh keadaan jasmani. Jadi jangan pernah membatasi diri kita, percayalah dengan apa yang Tuhan katakan tentang diri kita.

Jangan membiarkan orang lain membatasi diri kita

Dalam hidup ini seringkali orang-orang di sekitar kita membatasi kita. Dalam firman Tuhan dikisahkan bahwa Daud diberi tugas untuk menggembalakan domba. Suatu hari  ayahya memanggil semua anak-anaknya ketika nabi Samuel hendak mengurapi seorang yang akan menjadi raja Israel. Namun semua saudara Daud tidak ada yang terpilih hanya Daud yang terpilih menjadi rasa Israel.

Dalam 1 Samuel 17 Goliat menentang orang israel dan mereka sangat ketakutan, ketakutan dapat membatasi kita. 1 Samuel 17:28-30 Eliab memberikan tuduhan kepada Daud.

Dalam hidup ini ada 3 tipe orang yang akan kita temui:

*Seseorang yang membatasi kita

*Orang yang selalu membantu kita memiliki cara pandang yang benar

*Orang  yang selalu memberi kesempatan kepada kita untuk naik level

Dikisahkan juga saat Saul mendengar bahwa Daud akan melawan goliat, Daud mengatakan bahwa ia telah membunuh singa dan beruang saat ia menggembalakan kambing domba. Daud mengingat kembali akan kemenangannya di masa lalu. Mengingat kemenangan di masa lalu memang sangat penting sebab Tuhan akan selalu menolong kita. Jadi yang membatasi hidup Daud yang pertama adalah saudaranya, yang kedua adalah Goliat, lambang dari Iblis. Iblis seringkali membatasi kita untuk maju. Saat Goliat melemahkan Daud ia mengatakan perkataan iman, dalam hidup ini jangan pernah mengucapkan perkataan negatif. Berhentilah mengucapkan perkataan yang dapat membatasi keberadaan kita.

Sumber: http://www.bethanygraha.org/