by unknown, submitted by Ps. Frans Wirayadi

Dia tingginya 175 cm , sedangkan aku 120 cm. Kami berdua tingginya berbeda 55 cm, seperti raksasa dan org kerdil, bukan? Tapi saat ini kami berdua, tingginya sudah sama … krn … kecintaan 55 cm ini.

Hari ini cerita cinta kami yg indah …
Sejak lahir Ms. Yu Son A mempunyai tulang yg tipis seperti kulit telur, sehingga dengan bersin saja, bisa mengakibatkan tulang patah. Dengan mudah patah dan tulang muda (lembut), tingginya cuman bisa mencapai 120 cm, tapi dia tetap sehat seperti org biasa. Waktu ditanya: sulitkah waktu berjalan dengan tongkat waktu bekerja, jawabnya: dengan adanya 4 kaki, saya bisa bekerja lebih cepat. Dengan jawaban ini, org memanggil dia “Thumbelina ” karena dia kecil tapi bisa berdiri sendiri.

Aama dengan lelaki muda, cakep, tinggi 175 cm, orang yang mempunyai cinta dengan Ms. Yu son A. Tahun ini dua sejoli ini mengadakan perkawinan yg sempurna dan indah di gunung Himalaya. Dimana perkawinan ini diadakan di dusun yang paling tinggi di dunia, dengan ketinggian 2750 dari laut. Pengantin pria dan wanita mengenakan pakain yang indah dengan dihadiri dgn hadirin yg banyak.

Dalam suara hening di pantai saat ini, suami sedang mengendong, bersama tongkatku, di punggungnya. Dari gambar ini dapat mengambarkan kehidupan dari Khun Yunsona dalam kehidupan aslinya. Bersama dengan suami yang paling baik diseluruh dunia. Bisa dilihat, dengan tidak memandang cacat, tinggi badan, akan tetapi bisa mendapat kehidupan cinta yang indah/normal.
Sangat menyentuh, gambar terakhir maknanya hebat kan ? “berdua menghadapi lautan kemungkinan yg ga terbatas”
Bagaimana dengan kita? Masalah, kesukaran, halangan, dll selalu akan ada. Apakah kita akan menyerah dalam menghadapi bagian kita?