You are currently browsing the tag archive for the 'inspirasi' tag.
Jangan menyerah, jangan putus asa — sebuah pelajaran dari pakis dan bambu
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu?”
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Friday, 13 June 2008
Ayat Bacaan: Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”
Dalam hidup manusia melewati 3 masa atau waktu.
Yang pertama adalah masa lalu, setiap kita pasti memiliki masa lalu entah itu baik atau buruk. Sebab itu ketika kita memiliki masa lalu yang buruk jangan sampai kita terpuruk di dalamnya karena itu semua telah berlalu. Dan Tuhan tidak pernah melihat akan hidup kita di masa lalu melainkan saat ini. Bahkan Tuhan akan selalu memberi kesempatan bagi setiap kita untuk meraih suatu kemenangan. Firman Tuhan mengatakan aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku (Filipi 3:13). Read the rest of this entry »
Original message from F3n:
Suatu malam BAPA menyapa seorang anakNya, hamba perempuanNya yang setia, “Selamat malam anakKu,” hamba perempuan itu membalas salam TUHAN dengan lembut, “Selamat malam, TUHAN,” “AnakKu, maukah kau belajar tentang KASIH?” Saat itu dia dipenuhi sukacita dan menjawab, “Tentu TUHAN!” “Baiklah,” kata BAPA,” Aku akan menunjukkan KASIH padamu.”
Beberapa waktu berlalu, hamba perempuan itu dengan setia menantikan panggilan TUHAN kembali. Suatu hari dia menemukan janin tertanam dalam kandungannya. Dipenuhi kegembiraan, dia bersama suami dan keluarganya merayakan moment itu.
Bulan demi bulan berlalu, hamba perempuan ini kian menyayangi janin dalam kandungannya, anaknya. Akhirnya waktu bersalin pun tiba. Dipenuhi degup-degup emosi, perjuangan antara hidup dan mati, dia melahirkan anaknya, seorang anak perempuan yang mungil dan cantik seperti dirinya. Hatinya dan seluruh keluarganya dipenuhi sukacita.
Namun tidak berlangsung lama. Beberapa menit sesudahnya, dokter menyatakan bahwa bayi yang dilahirkannya tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya meninggal dalam hitungan jam. Read the rest of this entry »
Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.
Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan
ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.
Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. “Berapa push up yang bisa kamu lakukan?” Steve menjawab, “Saya melakukan sekitar 200 setiap malam.” “200? Lumayan itu, Steve,” Dr. Christianson melanjutkan. “Apakah kamu dapat melakukan 300?” Steve menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus.” “Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? ” tanya Dr. Christianson. “Ok, saya bisa coba,” jawab Steve. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 21 September 2008
Rev. Paul Ang
Khotbah Raya III 21-09-08
Graha Bethany Nginden
Adakalanya dalam hidup ini setiap kita pernah membatasi akan kuasa dan kerja Tuhan dalam diri kita. Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah terbatas oleh apapun juga. Sebab itu beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Jangan membatasi Tuhan
Mazmur 78:41, ayat ini menuliskan bahwa orang Israel membatasi Tuhan. Padahal Tuhan telah menyatakan kebesaranNya. Dimana mereka telah menyeberangi laut teberau, pada siang hari ada tiang awan, dan malam hari ada tiang api. Namun demikian mereka masih membatasi Tuhan.
Dalam Firman Tuhan kita melihat bahwa Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa Allah akan membuat keturunannya banyak. Namun saat itu Abraham belum memiliki anak. Sehingga suatu hari Tuhan membawa Abraham untuk menyaksikan bintang di langit supaya ia tidak membatasi Tuhan. Dalam hidup ini jangan pernah membatasi Tuhan sebab Ia sanggup melakukan jauh lebih besar dari apa yang kita doakan dan pikirkan.
Jangan membatasi diri sendiri
Dalam hidup ini kegagalan, atau peristiwa masa lalu seringkali dapat membatasi diri kita. Dalam Hakim-hakim 6:14-16, disana dikisahkan bahwa Gideon menerima nubuatan dari Tuhan bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan. Namun Gideon menjawab bahwa ia berasal dari kaum yang terkecil. Dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan dengan 2 fakta, yang pertama adalah fakta yang memang kita alami dalam hidup ini. Seperti dalam hakim-hakim kita melihat bahwa kenyatannya Gideon merupakan orang yang penakut dan lemah, namun kebenarannya adalah bahwa ia merupakan seorang pahlawan Allah. Tuhan sering berbicara pada kita bahwa kita bukan ekor tapi kepala, tetapi saat kita berada dalam kenyataan hidup kita menjadi bimbang. Dalam hidup ini jangan dibatasi oleh keadaan jasmani. Jadi jangan pernah membatasi diri kita, percayalah dengan apa yang Tuhan katakan tentang diri kita. Read the rest of this entry »
Kesombongan
oleh: Sunanto — GBI LA
Ulangan 8:2 “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu. Dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.”
Sebagian orang Kristen, terutama yang karismatik seperti saya ini memiliki kecenderungan untuk menyalahkan iblis bila sesuatu yang buruk terjadi. Bila ada orang Kristen yang jatuh ke dalam kenajizan maka roh babel/najis yang disalahkan. Jika ada yang sedang dimabuk asmara, giliran roh amor yang disalahkan. Jika ada yang kecanduan judi, si roh judi yang disalahkan. Ada yang anaknya malas belajar, maka ditengkinglah roh kemalasan. Bahkan saya pernah melihat ada yang lebih ekstrim lagi yaitu orang Kristen yang menengking roh rokok untuk mengalahkan kebiasaan merokok. Kasihan juga si iblis yang terus-terusan menjadi kambing hitam dari orang-orang Kristen yang tidak mau belajar untuk mematikan keinginan daging. Sebenarnya musuh terbesar kita bukanlah iblis melainkan kesombongan, iblis dapat menyerang karena kita memberi celah kepadanya. Saya tidak anti dengan peperangan rohani atau mengusir setan seperti yang dilakukan oleh Yesus.
Tetapi janganlah kita sedikit-sedikit menyalahkan roh jahat, padahal akar permasalahannya adalah hawa nafsu kedagingan yang belum dimatikan (kesombongan). Menurut Andrew Murray (a Dutch Reformed Missionary), salah satu musuh yang paling berbahaya yang mengancam orang-orang Kristen ialah kesombongan atau meninggikan diri sendiri. Tidak ada dosa lain yang bekerja dengan lebih licik dan lebih sembunyi- sembunyi daripada dosa kesombongan. Oleh karena itu orang-orang Kristen harus berjaga-jaga terhadap kesombongan. Kita harus memperhatikan apa yang diajarkan Alkitab mengenai hal itu dan belajar kerendahan hati yang dapat mengenyahkan kesombongan. Read the rest of this entry »





Comments