You are currently browsing the tag archive for the 'hadisiswoyo' tag.
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 12 October 2008
Pdt. Nathanael Setiabudi Prayogo
Khotbah Raya III 12-10-08
Source: Graha Bethany Nginden
Dalam Markus 4:35-41 telah dikisahkan tentang murid-murid Yesus yang sedang mengalami badai saat mereka ada dalam perahu, namun mereka tetap aman karena ada Yesus bersama mereka. Begitu juga dalam hidup ini sekalipun ada badai menerpa dalam kehidupan kita namun jika Yesus beserta kita, maka hidup kita akan aman. Saat menghadapi badai pada umumnya manusia bersikap sinking feeling yaitu perasaan takut tenggelam. Demikian seperti yang dikisahkan dalam markus 4:38 bahwa murid-murid Yesus sempat mengalami perasaan singking feeling. Jadi perasaan sinking feeling itu suatu perasaan takut terhadap sesuatu yang belum terjadi namun kita suduah terlebih dahulu takut, padahal perasaan kita belum tentu benar.
JENIS BADAI: Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 14 August 2008
Ayat Bacaan Amsal 6:1-11
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilahkah engkau akan bangun dari tidurmu? (Amsal 6:9)
Setiap orang di dunia pasti ingin mengalami kemenangan. Namun tidak jarang manusia sering mengalami hambatan dalam meraih sebuah kesuksesan Ada beberapa hal yang harus kita hindari yaitu:
Pertama adalah kemalasan, rasa malas merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang jauh dari keberhasilan. Karena sebuah kesuksesan tidak akan dapat diraih hanya dengan bersantai melainkan disertai dengan usaha, juga ketekunan. Karena itu setiap kita yang sudah diberi talenta oleh Tuhan, kita harus dapat mempergunakan sebaik mungkin supaya waktu yang ada jangan sampai berlalu dengan sia-sia. Karena itu Amsal 6:6-8 menasehatkan “pergilah kepada semut dan jadilah bijak, dan sekalipun tidak ada pemimpinya semut tetap mengumpulkan makananya…” Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 23 October 2008
Ayat Bacaan Yosua 1:1-18
Sebab itu hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus
2 Timotius 2:1
Saat Yosua dipilih oleh Allah untuk menggantikan Musa dalam memimpin umat Israel, terlebih dahulu Tuhan memberikan janji-janji pada Yosua. Dan Tuhan berfirman padanya, ”Kuatkan dan teguhkanlah hatimu” (Yosua 1:9). Demikian pula pernyataan ini juga ditujukan kepada setiap kita supaya di tengah masalah atau situasi kehidupan yang tidak menentu kita tetap memiliki hati yang teguh dan kuat serta meletakkan kepercayaan hanya kepada Tuhan. Karena Tuhan menghendaki agar setiap umatNya menjadi umat yang kuat dan bukan umat yang lemah. Adapun ciri orang yang menguatkan imannya dalam Yesus adalah ia selalu percaya penuh pada Tuhan, tidak mudah menyerah dan mempunyai keyakinan bahwa ia pasti mampu melewati segala situasi yang terjadi. Yang berikutnya dalam Yosua 1:5, Tuhan berfirman bahwa Ia akan selalu menyertai kehidupan Yosua dan tidak akan meninggalkannya. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 10 February 2008
Pdt Anthony Chang Sth. MA
Khotbah Raya II 10 Feb 08
Graha Bethany Nginden
Di tengah hidup dan permasalahan yang kita alami telah membuat kita masuk dalam suatu pergumulan, bahkan hal ini mungkin membuat kita kecewa terhadap Tuhan. Sehingga dari dalam diri kita timbul pertanyaan: ”Mengapa masalah selalu menimpa hidup kita padahal kita sudah melayani Tuhan?” Untuk menanggapi pertanyaan yang timbul dalam hati kita, maka kita harus memiliki sikap yang benar, maka kita akan menjadi kecewa.
Dalam Ayub 1:1-5, kita melihat bahwa Ayub merupakan orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan. Selain itu Ayub juga memiliki kerohanian yang baik, dimana dalam hidupnya selalu ingin menjadi contoh bagi anak-anaknya jika mereka memiliki kesalahan. Hal ini menunjukkan adanya kualitas kerohanian yang baik. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Friday, 13 June 2008
Ayat Bacaan: Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”
Dalam hidup manusia melewati 3 masa atau waktu.
Yang pertama adalah masa lalu, setiap kita pasti memiliki masa lalu entah itu baik atau buruk. Sebab itu ketika kita memiliki masa lalu yang buruk jangan sampai kita terpuruk di dalamnya karena itu semua telah berlalu. Dan Tuhan tidak pernah melihat akan hidup kita di masa lalu melainkan saat ini. Bahkan Tuhan akan selalu memberi kesempatan bagi setiap kita untuk meraih suatu kemenangan. Firman Tuhan mengatakan aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku (Filipi 3:13). Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 27 March 2008
Pdt. Hengky So
Khotbah Doa Malam 27/03/08
Graha Bethany Nginden
Mazmur 34:20, mengatakan: Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
Menjadi orang benar tidaklah berarti kita tidak mengalami kemalangan atau kesulitan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kemalangan orang benar itu banyak tetapi Tuhan akan melepaskan dari semuanya itu. Ada dua jenis kemalangan yang ada dalam dunia ini yaitu kemalangan yang bodoh dan kemalangan orang benar.
Kemalangan yang bodoh yaitu suatu kemalangan yang sebetulnya tidak perlu kita alami, namun karena kurangnya pengalaman maka hal itu akhirnya kita alami, selain itu karena tidak mau belajar dari pengalaman. Suatu kemalangan yang bodoh ini juga dikarenakan kita tidak dapat menguasai diri. Misal: Ada sepasang suami istri yang bertengkar sampai akhirnya masuk dalam penjara hanya karena kehilangan uang yang jumlahnya Rp. 50.000; padahal seharusnya hal ini tidak perlu terjadi ketika ada penguasaan diri. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 04 September 2008
Pdt. Hengky So
Khotbah Doa Malam 04-09-08
Graha Bethany Nginden
2 Petrus 3:9a mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai suatu kelalaian. Sebab ketika Tuhan sudah berjanji dalam hidup kita maka Dia pasti akan menggenapinya. Namun seringkali kita tidak menikmati janji Tuhan karena kita kurang setia serta tidak tekun dalam memegang janji Tuhan.
Dalam Firman Tuhan kita belajar dari Abraham, dimana selama 25 tahun Abraham tekun dalam menanti janji Allah. Beberapa sikap Abraham dalam menanti janji Tuhan:
1. Dalam Roma 4:18 dikatakan bahwa Abraham terus memegang janji Tuhan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun ia terus berharap. Sampai ia menerima penggenapan janji Allah. Waktu kita terus memegang janji Tuhan maka pengharapan kita tidak akan sia-sia. Read the rest of this entry »








Comments