You are currently browsing the tag archive for the 'graha' tag.
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 31 August 2008 00:00
Rev. Josia Abdisaputera
Session I 31-08-08
Graha Bethany Nginden
Revelation 2:10b said: “be thou faithful unto death, and i will give thee a crown of life”. In this life God searches a person who has a faithful character, because the person will get appreciation from God. In old testament, God always says if we have a faithful, He will give his blessing for us.
The meaning of “faith” derives from Greek PISTO EJ (Pistos) Y, the meaning is can be trusted. According to dictionary, the meaning of faithful is keeping doing a task however it is very heavy and difficult, keep on promise. Lately, it has been difficult to find a faithful person. Proverbs 20:6 said Most men will proclaim every one his own goodness: but a faithful man who can find? Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 10 February 2008
Pdt Anthony Chang Sth. MA
Khotbah Raya II 10 Feb 08
Graha Bethany Nginden
Di tengah hidup dan permasalahan yang kita alami telah membuat kita masuk dalam suatu pergumulan, bahkan hal ini mungkin membuat kita kecewa terhadap Tuhan. Sehingga dari dalam diri kita timbul pertanyaan: ”Mengapa masalah selalu menimpa hidup kita padahal kita sudah melayani Tuhan?” Untuk menanggapi pertanyaan yang timbul dalam hati kita, maka kita harus memiliki sikap yang benar, maka kita akan menjadi kecewa.
Dalam Ayub 1:1-5, kita melihat bahwa Ayub merupakan orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan. Selain itu Ayub juga memiliki kerohanian yang baik, dimana dalam hidupnya selalu ingin menjadi contoh bagi anak-anaknya jika mereka memiliki kesalahan. Hal ini menunjukkan adanya kualitas kerohanian yang baik. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 27 March 2008
Pdt. Hengky So
Khotbah Doa Malam 27/03/08
Graha Bethany Nginden
Mazmur 34:20, mengatakan: Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
Menjadi orang benar tidaklah berarti kita tidak mengalami kemalangan atau kesulitan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kemalangan orang benar itu banyak tetapi Tuhan akan melepaskan dari semuanya itu. Ada dua jenis kemalangan yang ada dalam dunia ini yaitu kemalangan yang bodoh dan kemalangan orang benar.
Kemalangan yang bodoh yaitu suatu kemalangan yang sebetulnya tidak perlu kita alami, namun karena kurangnya pengalaman maka hal itu akhirnya kita alami, selain itu karena tidak mau belajar dari pengalaman. Suatu kemalangan yang bodoh ini juga dikarenakan kita tidak dapat menguasai diri. Misal: Ada sepasang suami istri yang bertengkar sampai akhirnya masuk dalam penjara hanya karena kehilangan uang yang jumlahnya Rp. 50.000; padahal seharusnya hal ini tidak perlu terjadi ketika ada penguasaan diri. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 21 September 2008
Rev. Paul Ang
Khotbah Raya III 21-09-08
Graha Bethany Nginden
Adakalanya dalam hidup ini setiap kita pernah membatasi akan kuasa dan kerja Tuhan dalam diri kita. Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah terbatas oleh apapun juga. Sebab itu beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Jangan membatasi Tuhan
Mazmur 78:41, ayat ini menuliskan bahwa orang Israel membatasi Tuhan. Padahal Tuhan telah menyatakan kebesaranNya. Dimana mereka telah menyeberangi laut teberau, pada siang hari ada tiang awan, dan malam hari ada tiang api. Namun demikian mereka masih membatasi Tuhan.
Dalam Firman Tuhan kita melihat bahwa Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa Allah akan membuat keturunannya banyak. Namun saat itu Abraham belum memiliki anak. Sehingga suatu hari Tuhan membawa Abraham untuk menyaksikan bintang di langit supaya ia tidak membatasi Tuhan. Dalam hidup ini jangan pernah membatasi Tuhan sebab Ia sanggup melakukan jauh lebih besar dari apa yang kita doakan dan pikirkan.
Jangan membatasi diri sendiri
Dalam hidup ini kegagalan, atau peristiwa masa lalu seringkali dapat membatasi diri kita. Dalam Hakim-hakim 6:14-16, disana dikisahkan bahwa Gideon menerima nubuatan dari Tuhan bahwa ia akan menjadi seorang pahlawan. Namun Gideon menjawab bahwa ia berasal dari kaum yang terkecil. Dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan dengan 2 fakta, yang pertama adalah fakta yang memang kita alami dalam hidup ini. Seperti dalam hakim-hakim kita melihat bahwa kenyatannya Gideon merupakan orang yang penakut dan lemah, namun kebenarannya adalah bahwa ia merupakan seorang pahlawan Allah. Tuhan sering berbicara pada kita bahwa kita bukan ekor tapi kepala, tetapi saat kita berada dalam kenyataan hidup kita menjadi bimbang. Dalam hidup ini jangan dibatasi oleh keadaan jasmani. Jadi jangan pernah membatasi diri kita, percayalah dengan apa yang Tuhan katakan tentang diri kita. Read the rest of this entry »
Written by Joice Hadisiswoyo
Thursday, 04 September 2008
Pdt. Hengky So
Khotbah Doa Malam 04-09-08
Graha Bethany Nginden
2 Petrus 3:9a mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai suatu kelalaian. Sebab ketika Tuhan sudah berjanji dalam hidup kita maka Dia pasti akan menggenapinya. Namun seringkali kita tidak menikmati janji Tuhan karena kita kurang setia serta tidak tekun dalam memegang janji Tuhan.
Dalam Firman Tuhan kita belajar dari Abraham, dimana selama 25 tahun Abraham tekun dalam menanti janji Allah. Beberapa sikap Abraham dalam menanti janji Tuhan:
1. Dalam Roma 4:18 dikatakan bahwa Abraham terus memegang janji Tuhan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun ia terus berharap. Sampai ia menerima penggenapan janji Allah. Waktu kita terus memegang janji Tuhan maka pengharapan kita tidak akan sia-sia. Read the rest of this entry »





Comments