You are currently browsing the monthly archive for April 2009.

© quinn.anya

© quinn.anya

Ayat bacaan:
1 Timotius 6:11
“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.”

Bicara soal sabar, saya rasa seorang nenek berkebangsaan Korea berikut bisa menjadi salah satu contoh luar biasa. Cha, 68 tahun, dari Korea Selatan, telah melakukan 771 kali ujian teori pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi), dan masih saja tidak lulus! Menurut pihak kepolisian disana, Cha mencetak rekor orang dengan ujian terbanyak. Sejak 2005, Cha datang ke kantor polisi hampir setiap hari untuk melakukan ujian. Dan bulan Februari kemarin, ia mencapai angka 771 kali untuk kembali gagal dalam ujian teori. Tapi Cha tidak menyerah, tidak bersungut-sungut, tidak mencari jalan pintas dengan menyuap, dan tidak menyalahkan siapa-siapa. Dia pantang mundur, dan terus berusaha, walaupun waktu dan biaya yang dia keluarkan sudah begitu besar. Menurut artikel yang saya baca, tidak kurang dari US $ 3600 atau sekitar 44 juta rupiah sudah ia keluarkan selama usahanya untuk mendapatkan SIM. Namun dia tetap tidak mau berhenti mencoba. Untuk apa SIM buat Cha? Sehari-hari Cha berjualan makanan dan kebutuhan rumah tangga dengan gerobak dorong dari pintu ke pintu di sebuah kompleks perumahan, dan untuk mendukung kelancaran usahanya ditambah usianya yang sudah tidak lagi muda, ia memerlukan mobil agar dapat berjualan dengan lebih mudah. Polisi disana sudah mengenalnya, dan sangat terharu dengan usaha keras Cha. Mereka sudah merencanakan sebuah penghargaan untuk Cha, jika suatu saat nanti Cha akhirnya mampu lulus ujian. Apakah Cha berencana untuk berhenti mencoba? Tidak. Dia mengatakan bahwa ia akan terus mencoba, karena ia percaya satu hari nanti ia akan berhasil. Saat ini dia masih terus berusaha mencoba dengan datang melakukan ujian setidaknya sekali seminggu. Read the rest of this entry »

Ayat bacaan:
Mazmur 91:9-12
“Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.”

Menghadapi tuduhan akan kesalahan masa lalu. Ketika beberapa hari yang lalu saya menulis tentang ujian, saya sebenarnya heran mengapa Tuhan berbicara mengenai hal itu. Ternyata kemarin alasannya menjadi jelas. Saya mengalami sebuah masalah akibat sebuah kesalahan yang pernah saya perbuat di masa lalu. Kesuksesan situs jazz yang saya kelola saat ini ternyata menimbulkan rasa iri hati terhadap seseorang, dan ia pun memakai kesalahan saya di masa lalu untuk menghancurkan saya. Saya tidak tahu siapa, dan jujur saya merasa heran sekaligus sedih, karena saya tidak pernah merasa punya musuh sama sekali. Kok tega-teganya melakukan fitnah seolah-olah saya masih berbuat kesalahan itu pada saat sekarang. Melihat sifat saya di masa lalu, saya seharusnya emosi dan marah. Tapi tidak, ketika mendengar hal itu, walaupun saya merasa sedih dan kecewa, saya tidak mau terjebak dalam kemarahan, yang bisa dimanfaatkan iblis sebagai celah untuk menjatuhkan saya. Sudah jatuh karena fitnah, jatuh lagi karena iblis? Tidak. Saya tidak mau. Saya sadar diri saya lemah, dan saya menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. Bukan minta Tuhan menurunkan petir untuk menghanguskannya, bukan minta agar ia menjadi celaka, namun saya hanya berdoa agar saya diberi kekuatan dan Tuhan bisa menurunkan pertolongan agar saya tidak celaka. Saya mengatakan pada Tuhan bahwa saya mengampuni orang itu dan tidak dendam sama sekali, siapapun dia. Read the rest of this entry »

Christian Heritage Day

Christian Heritage Day

Join Hillsong United at Christian Heritage Day on June 6, 2009 at Ontario Place. Tickets starting from $36 for group pricing. Visit uniteinworship.com for more info.

Ayat bacaan: Daniel 6:11
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Setelah mengalami sendiri, saya tahu bahwa rasanya sangat tidak enak menghadapi fitnah. Rasa sirik dan iri hati sepertinya sudah mendarah daging dalam kehidupan manusia, sehingga pembunuhan karakter lewat tuduhan-tuduhan keji bisa dilemparkan dengan mudahnya hanya karena merasa iri melihat keberhasilan orang lain.  Hari ini Tuhan mengingatkan saya akan kisah Daniel yang mengalami hal yang sama. Read the rest of this entry »

Ayat bacaan:
Markus 15:38
“Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.”

Pemulihan hubungan dengan Tuhan, Yesus buka jalan. Seorang rekan wartawan bercerita tentang pengalamannya ketika bertemu dengan salah seorang konglomerat Indonesia. Ketika itu ia mendekati si konglomerat dan mencoba untuk melakukan wawancara. Namun respon si konglomerat lumayan menyakitkan. “anda bisa hubungi salah satu direktur bawahan saya.. anda tidak layak mewawancarai saya. Sesuai tingkatan, hanya redaktur anda yang layak mewawancarai saya.” Rekan saya tersenyum pahit dan berkata, “ya.. masuk akal juga sih… siapa sih saya, cuma kacung bawahan, mana mungkin layak berbicara dengan konglomerat besar seperti dia.” Sebagai wartawan, saya tahu betul bagaimana susahnya melalui jalur birokrasi dan bertemu langsung dengan narasumber. Begitu pula dengan Dalam banyak hal di kehidupan atau pekerjaan kita pun demikian. Terkadang urusan protokoler yang penuh dengan birokrasi rumit dan berliku-liku harus kita hadapi. Terkadang kita hanya bisa menyampaikan aspirasi atau kebutuhan kita lewat orang-orang tertentu sebagai wakil dari orang yang dituju. Kita tidak akan seenaknya diperbolehkan untuk bertemu dengan mereka. Dalam struktur perusahaan besar pun sama. Pemilik perusahaan biasanya tidak akan mengenal karyawan dalam struktur terendah di perusahaannya. Sang karyawan terendah ini pun mungkin tidak akan pernah bertemu dengan sang pemiliki. Semua ada jenjangnya. Masing-masing hanya akan bertanggungjawab kepada supervisornya, lalu si supervisor punya atasan lagi, dan seterusnya.

Sebelum kedatangan Yesus pola birokrasi untuk menghadap Tuhan pun tidaklah mudah. Mendengar suara Tuhan saja bisa menyebabkan kematian seperti yang beberapa kali disebutkan dalam kitab Ulangan, apalagi jika melihat Allah secara langsung. Inilah konsekuensi akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Maka ada perantara-perantara yang diutus Tuhan, yaitu para nabi yang Dia pilih sendiri, untuk menyampaikan isi hatiNya kepada manusia. Coba perhatikan bagaimana firman Tuhan pada Musa ketika Dia hendak menurunkan 10 Perintah/Hukum Allah di atas gunung Sinai. (Keluaran 19-20). Tuhan menegaskan bahwa bangsa Israel tidak diperbolehkan menaiki gunung melewati pembatas. (Keluaran 19:21). Tuhan meminta agar gunung itu harus diberi pembatas dan dinyatakan sebagai tempat kudus. (Keluaran 19:23). Hanya Musa dan Harun saja yang diperbolehkan untuk bertemu dengan Tuhan. Posisi Imam Besar pun cukup memegang peranan penting sebagai perantara. Hanya merekalah yang diperbolehkan memasuki ruangan Mahakudus dalam bait Allah. Itupun hanya boleh setahun sekali, ketika mereka membawa darah korban persembahan. (Ibrani 9:25). Begitulah hubungan yang terputus antara manusia dengan Tuhan akibat jatuh ke dalam dosa. Tapi meski demikian, Tuhan begitu besarnya mengasihi manusia. Karya penebusan Kristus lewat kematianNya di atas kayu salib memulihkan hubungan itu.

Read the rest of this entry »

© Sister72

© Sister72

Ayat bacaan:

Yohanes 19:30
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”

Jumat agung, karya penebusan Yesus Film “The Passion Of The Christ” karya Mel Gibson menggambarkan beberapa jam terakhir dari kehidupan Yesus di dunia. Kita melihat berbagai dera dan siksa diluar batas perikemanusiaan yang dialami Kristus hingga akhirnya wafat di atas kayu salib. Ketika film-film Yesus sebelumnya belum berani menggambarkan seperti apa bilur-bilur dan tercabik-cabiknya tubuh Yesus, kali ini Mel Gibson memutuskan untuk memvisualisasikannya secara detail setelah melakukan observasi mendalam. Hasilnya memang mengerikan untuk dilihat. Ada begitu banyak orang yang menangis ketika menontonnya, dan tidak sedikit pula yang tidak berani melihat adegan demi adegan yang ditunjukkan. Tidak hanya itu, James Caviezel pemeran Yesus sampai mengalami pergeseran sendi bahu ketika menggotong salib, yang konon katanya kurang lebih tepat seberat salib yang waktu itu dibawa Yesus. Salah satu jenis cambuk yang dipakai oleh orang Romawi pada saat itu diketahui mengerikan. Cambuk bergagang kayu dengan tali dari kulit yang bercabang. Pada ujung-ujungnya diberi bulatan keras atau paku kecil, ada juga yang berbentuk kail di ujungnya, siap mencabik daging orang yang terkena lecutan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada ratusan lecutan mendera Yesus, dimana setiap lecutan menyobek beberapa bagian tubuh akibat adanya percabangan pada cambuk itu. Mahkota duri, memikul salib, dipaku di atas salib, hingga akhirnya Yesus pun wafat di atas kayu salib. Saya yakin kejadian sebenarnya jauh lebih mengerikan dari apa yang kita lihat dalam film “The Passion of the Christ” itu. Mungkin kita bakal pingsan jika melihat langsung proses penyiksaan hingga penyaliban Kristus. Read the rest of this entry »

KaryaNYA tidak sama dengan GOLKAR.
PerjuanganNYA tidak sama dengan PDIP.
DamaiNYA tidak sama dengan PDS.
KasihNYA tidak sama dengan PDKB.
Hati NuraniNYA tidak sama dengan HANURA.
KebangkitanNYA jauh melebihi PKB.
Contreng YESUS dan rayakan kemenangan-NYA.

==

Happy Easter, everyone! Tuhan Yesus memberkati kita semua berlimpah-limpah!

God Bless,
Team Publikasi Bethany Toronto

Looking for activities to do for the summer? Here’s one. Paul Baloche Band and Joel Auge are coming to London, Ontario on May 18 for a concert.

paulbalochejoelauge

Visit United Productions for more info regarding ticketing.

© sail2dolphin

© sail2dolphin

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:14
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”

Paskah, yesus bangkit. Bangkitkah Yesus? Sebuah pertanyaan yang sering menjadi pro dan kontra di dunia ini. Keraguan tidak hanya meliputi saudara-saudara kita yang belum percaya, namun tidak jarang di kalangan pengikut Yesus sendiri pun ada yang meragukan. Sejarah kematian dan kebangkitan Yesus memang tidak akan habis-habisnya untuk dibahas. Kisah ini bisa merupakan “the greatest gift of all”, sebuah anugrah terbesar sepanjang sejarah manusia. Tapi coba bayangkan, betapa kejam seandainya kisah ini hanya cerita bohong, maka iman Kekristenan pun akan serta merta luluh lantak. Akan ada begitu banyak orang yang harus binasa dari satu masa ke masa lainnya karena sebuah bentuk kebohongan. Tidak heran ada begitu banyak orang yang terus mencari bukti-bukti kebenaran dari kebangkitan Yesus. Padahal seharusnya Alkitab sudah cukup untuk menjadi bukti yang sangat nyata dari kebangkitanNya. Read the rest of this entry »

exam

© dcJohn

Ayat bacaan:
Amsal 24:10
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”

Kebutuhan akan pendidikan begitu penting dalam hidup kita. Ada banyak orang yang tidak berhenti mengenyam pendidikan dalam hidup mereka karenanya. Setelah SD,SMP, SMA, kuliah dan lulus S1, kemudian melanjutkan lagi ke S2 bahkan S3 dan seterusnya. Ada juga yang mengambil berbagai kursus keterampilan atau bahasa di luar pendidikan formalnya. Ayah saya berprofesi sebagai seorang dokter. Beberapa tahun terakhir dia tertarik dengan metode akupuntur, pengobatan dengan sistem tusuk jarum yang merupakan pengobatan tradisional yang sudah berabad-abad, berasal dari negeri Cina. Sistemnya tentu berbeda dengan apa yang dipelajari dalam dunia medis modern, sehingga untuk mampu menguasainya orang dituntut untuk belajar lagi selama sekian tahun. Beberapa bulan yang lalu ayah saya baru saja menghadapi ujian di Jakarta, itu di usianya yang hampir 70 tahun! Begitulah banyak di antara kita yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, yang pastinya akan banyak berguna dalam meniti kehidupan. Ayah saya selalu mengatakan “orang yang berhenti belajar adalah orang yang sudah selesai hidup.” Saya setuju dengan hal itu. Selama kita masih hidup, kita harus terus belajar. Belajar untuk memperoleh pendidikan, juga belajar mengenai kehidupan. Itu mengenai memperlengkap tubuh dan jiwa. Roh kita pun harus terus diisi Firman Tuhan agar terus bertumbuh. Umumnya sebuah proses belajar, ada ujian-ujian yang harus kita lewati agar bisa naik kelas. Selalu memusingkan dan cukup menyita pikiran jika menghadapi ujian memang, namun ujian itulah yang bisa membawa kita untuk naik kelas. Read the rest of this entry »

Save and Share Us

AddThis Social Bookmark Button

Come and Join us

Come and join us for service every Sunday at Portico Community Church, Fireside Room at 11 am. Check out About Us page for more info.

RSS Verse of the day

  • 2 Corinthians 5:17
    “Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation; the old has gone, the new has come!”

Daily Archive

April 2009
S M T W T F S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930