You are currently browsing the monthly archive for April 2009.

Christian Heritage Day
Join Hillsong United at Christian Heritage Day on June 6, 2009 at Ontario Place. Tickets starting from $36 for group pricing. Visit uniteinworship.com for more info.
Ayat bacaan: Daniel 6:11
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”
Setelah mengalami sendiri, saya tahu bahwa rasanya sangat tidak enak menghadapi fitnah. Rasa sirik dan iri hati sepertinya sudah mendarah daging dalam kehidupan manusia, sehingga pembunuhan karakter lewat tuduhan-tuduhan keji bisa dilemparkan dengan mudahnya hanya karena merasa iri melihat keberhasilan orang lain. Hari ini Tuhan mengingatkan saya akan kisah Daniel yang mengalami hal yang sama. Read the rest of this entry »
Ayat bacaan:
Markus 15:38
“Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.”
Pemulihan hubungan dengan Tuhan, Yesus buka jalan. Seorang rekan wartawan bercerita tentang pengalamannya ketika bertemu dengan salah seorang konglomerat Indonesia. Ketika itu ia mendekati si konglomerat dan mencoba untuk melakukan wawancara. Namun respon si konglomerat lumayan menyakitkan. “anda bisa hubungi salah satu direktur bawahan saya.. anda tidak layak mewawancarai saya. Sesuai tingkatan, hanya redaktur anda yang layak mewawancarai saya.” Rekan saya tersenyum pahit dan berkata, “ya.. masuk akal juga sih… siapa sih saya, cuma kacung bawahan, mana mungkin layak berbicara dengan konglomerat besar seperti dia.” Sebagai wartawan, saya tahu betul bagaimana susahnya melalui jalur birokrasi dan bertemu langsung dengan narasumber. Begitu pula dengan Dalam banyak hal di kehidupan atau pekerjaan kita pun demikian. Terkadang urusan protokoler yang penuh dengan birokrasi rumit dan berliku-liku harus kita hadapi. Terkadang kita hanya bisa menyampaikan aspirasi atau kebutuhan kita lewat orang-orang tertentu sebagai wakil dari orang yang dituju. Kita tidak akan seenaknya diperbolehkan untuk bertemu dengan mereka. Dalam struktur perusahaan besar pun sama. Pemilik perusahaan biasanya tidak akan mengenal karyawan dalam struktur terendah di perusahaannya. Sang karyawan terendah ini pun mungkin tidak akan pernah bertemu dengan sang pemiliki. Semua ada jenjangnya. Masing-masing hanya akan bertanggungjawab kepada supervisornya, lalu si supervisor punya atasan lagi, dan seterusnya.
Sebelum kedatangan Yesus pola birokrasi untuk menghadap Tuhan pun tidaklah mudah. Mendengar suara Tuhan saja bisa menyebabkan kematian seperti yang beberapa kali disebutkan dalam kitab Ulangan, apalagi jika melihat Allah secara langsung. Inilah konsekuensi akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Maka ada perantara-perantara yang diutus Tuhan, yaitu para nabi yang Dia pilih sendiri, untuk menyampaikan isi hatiNya kepada manusia. Coba perhatikan bagaimana firman Tuhan pada Musa ketika Dia hendak menurunkan 10 Perintah/Hukum Allah di atas gunung Sinai. (Keluaran 19-20). Tuhan menegaskan bahwa bangsa Israel tidak diperbolehkan menaiki gunung melewati pembatas. (Keluaran 19:21). Tuhan meminta agar gunung itu harus diberi pembatas dan dinyatakan sebagai tempat kudus. (Keluaran 19:23). Hanya Musa dan Harun saja yang diperbolehkan untuk bertemu dengan Tuhan. Posisi Imam Besar pun cukup memegang peranan penting sebagai perantara. Hanya merekalah yang diperbolehkan memasuki ruangan Mahakudus dalam bait Allah. Itupun hanya boleh setahun sekali, ketika mereka membawa darah korban persembahan. (Ibrani 9:25). Begitulah hubungan yang terputus antara manusia dengan Tuhan akibat jatuh ke dalam dosa. Tapi meski demikian, Tuhan begitu besarnya mengasihi manusia. Karya penebusan Kristus lewat kematianNya di atas kayu salib memulihkan hubungan itu.
Ayat bacaan:
Yohanes 19:30
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”
Jumat agung, karya penebusan Yesus Film “The Passion Of The Christ” karya Mel Gibson menggambarkan beberapa jam terakhir dari kehidupan Yesus di dunia. Kita melihat berbagai dera dan siksa diluar batas perikemanusiaan yang dialami Kristus hingga akhirnya wafat di atas kayu salib. Ketika film-film Yesus sebelumnya belum berani menggambarkan seperti apa bilur-bilur dan tercabik-cabiknya tubuh Yesus, kali ini Mel Gibson memutuskan untuk memvisualisasikannya secara detail setelah melakukan observasi mendalam. Hasilnya memang mengerikan untuk dilihat. Ada begitu banyak orang yang menangis ketika menontonnya, dan tidak sedikit pula yang tidak berani melihat adegan demi adegan yang ditunjukkan. Tidak hanya itu, James Caviezel pemeran Yesus sampai mengalami pergeseran sendi bahu ketika menggotong salib, yang konon katanya kurang lebih tepat seberat salib yang waktu itu dibawa Yesus. Salah satu jenis cambuk yang dipakai oleh orang Romawi pada saat itu diketahui mengerikan. Cambuk bergagang kayu dengan tali dari kulit yang bercabang. Pada ujung-ujungnya diberi bulatan keras atau paku kecil, ada juga yang berbentuk kail di ujungnya, siap mencabik daging orang yang terkena lecutan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada ratusan lecutan mendera Yesus, dimana setiap lecutan menyobek beberapa bagian tubuh akibat adanya percabangan pada cambuk itu. Mahkota duri, memikul salib, dipaku di atas salib, hingga akhirnya Yesus pun wafat di atas kayu salib. Saya yakin kejadian sebenarnya jauh lebih mengerikan dari apa yang kita lihat dalam film “The Passion of the Christ” itu. Mungkin kita bakal pingsan jika melihat langsung proses penyiksaan hingga penyaliban Kristus. Read the rest of this entry »
KaryaNYA tidak sama dengan GOLKAR.
PerjuanganNYA tidak sama dengan PDIP.
DamaiNYA tidak sama dengan PDS.
KasihNYA tidak sama dengan PDKB.
Hati NuraniNYA tidak sama dengan HANURA.
KebangkitanNYA jauh melebihi PKB.
Contreng YESUS dan rayakan kemenangan-NYA.
==
Happy Easter, everyone! Tuhan Yesus memberkati kita semua berlimpah-limpah!
God Bless,
Team Publikasi Bethany Toronto
Looking for activities to do for the summer? Here’s one. Paul Baloche Band and Joel Auge are coming to London, Ontario on May 18 for a concert.


Visit United Productions for more info regarding ticketing.
Ayat bacaan: 1 Korintus 15:14
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”
Paskah, yesus bangkit. Bangkitkah Yesus? Sebuah pertanyaan yang sering menjadi pro dan kontra di dunia ini. Keraguan tidak hanya meliputi saudara-saudara kita yang belum percaya, namun tidak jarang di kalangan pengikut Yesus sendiri pun ada yang meragukan. Sejarah kematian dan kebangkitan Yesus memang tidak akan habis-habisnya untuk dibahas. Kisah ini bisa merupakan “the greatest gift of all”, sebuah anugrah terbesar sepanjang sejarah manusia. Tapi coba bayangkan, betapa kejam seandainya kisah ini hanya cerita bohong, maka iman Kekristenan pun akan serta merta luluh lantak. Akan ada begitu banyak orang yang harus binasa dari satu masa ke masa lainnya karena sebuah bentuk kebohongan. Tidak heran ada begitu banyak orang yang terus mencari bukti-bukti kebenaran dari kebangkitan Yesus. Padahal seharusnya Alkitab sudah cukup untuk menjadi bukti yang sangat nyata dari kebangkitanNya. Read the rest of this entry »





Comments