Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 13 April 2008

Pdt. Anthony Chang
Khotbah Raya
Graha Bethany Nginden

Apakah kita pernah mengalami jenuh rohani? Mungkin kita sudah berdoa, puasa, melayani tetapi jawaban persoalan masih belum kunjung tiba. Mungkin juga kita pernah malas dalam doa dan merasa jenuh. Apalagi kita yang ada dalam lingkungan gereja kita merasa jenuh karena banyak persoalan yang belum dijawab.

Suatu ketika Yesus singgah di rumah Maria dan Marta. Dimana Marta sangat sibuk melayani, sedangkan Maria memilih untuk duduk di bawah kaki Tuhan dan mendengarkan apa yang Tuhan katakan. Kemudia Marta berkata kepada Tuhan agar Maria membantu dirinya tetapi Tuhan mengatakan bahwa ia terlalu sibuk melayani tetapi Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Apakah dalam hal ini Marta salah?  Dalam hidup ini ada tiga hal yang perlu kita pisahkan supaya kita tidak mengalami rasa jenuh rohani yaitu diri kita, masalah dan Tuhan. Saat kita tidak dapat membedakan maka kita akan mengalami kejenuhan. Dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan, kerohanian kita akan bertumbuh lewat semua persoalan. Kalau tidak ada persoalan kita akan sulit bergaul dengan Tuhan karena tidak ada medianya. Dalam pergaulan dengan Tuhan muncul tiga  aspek yang sangat besar yang ada dalam hidup orang percaya, diantaranya:

Pertama: Saat kita berdoa dan meminta sesuatu, Tuhan mengabulkan permintaan kita. Atau dengan kata lain apa yang kita inginkan Tuhan memberikan sesuai dengan keinginan kita. Kesaksian: di Jakarta saya (Pdt. Anthony Chang) sedang membangun satu lembaga Anthony Chang Ministry Internasional melewati banyak negara lewat radio, televisi. Saya mempunyai tanah yang besar, dan pintu gerbangnya sepanjang 15 meter di pakai untuk berjualan oleh tukang loak selama 25 tahun. Dan setelah saya bertanya ke kecamatan itu saya harus membayar 50 juta, belum termasuk memberikan kepada tukang loak yang ada. Jadi saya harus memberikan uang 50 juta lebih.  Saya berdoa kepada Tuhan; kalau memang Tuhan menghendaki saya membuka pelayanan yang besar, kiranya Tuhan membuka jalan. Setelah saya berdoa 3 bulan, para pedagang dan tukang loak sudah tidak ada lagi, trotoar menjadi bersih karena mereka terkena program pemerintah. Dan saya langsung membuat pagar  Contoh lain mungkin kita membutuhkan uang untuk kuliah anak kita, kemudian tepat pada saatnya Tuhan memberikanNya. Dan hal ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Dan kerohanian iman kita akan bertumbuh

Kedua: Dalam hidup ini apa yang kita iginkan namun Tuhan tidak menyetujui. Misalnya kita sudah menikah 4 tahun dan meminta anak tetapi Tuhan belum memberikannya. Atau kita berdoa untuk orang sakit namun belum sembuh juga. Ingatlah bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan segala penyakit kita. Dalam Firman Tuhan diceritakan bahwa di samping kolam Betesda ada banyak orang sakit, dimana kalau airnya bergelombang, banyak orang yang turun ke sana dan sembuh. Sedangkan ada orang yang 38 tahun mengalami lumpuh tidak bisa turun ke kolam namun memohon kepada Tuhan dan akhirnya disembuhkan oleh Tuhan. Lalu mengapa Tuhan tidak menyembuhkan semua? Disini kita belajar bahwa Allah itu besar melampaui pikiran kita, Allah itu lebih tahu apa yang kita butuhkan. Prinsip disini adalah Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik. Untuk itu, seharusnya kita melihat kebesaran Tuhan dibalik masalah kita agar kita dapat melihat sesuatu yang besar.

Ketiga: Apa yang Tuhan inginkan bagi kita, kita tidak inginkan. Contoh saat Yunus disuruh ke Niniwe namun ia lari ke Tarsis karena ia tidak mau. Sampai akhirnya Yunus di telan ikan besar.

3 (tiga) aspek ini harus kita miliki agar kita tidak mengalami jenuh rohani, kalau tidak maka kita akan selalu menangis. Saat Marta sibuk, sebenarnya ia kehilangan sumber yaitu relasi dengan Tuhan. Kalau diri kita selalu dekat dengan sumbernya maka kita akan menjadi kuat. Setelah itu  baru kita melihat permasalahan kita. Tapi kalau tidak dekat dengan sumber maka kita akan mengalami jenuh rohani. Misalnya : saat malam hari kita menaikkan doa dan membaca firman maka disitulah kita sedang belajar mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk itu yang pertama jadilah seperti Maria yang selalu dekat dengan Tuhan. Lalu yang kedua sibuklah seperti Marta. Hubungan dengan Tuhan akan membuat hidup kita berbeda. Dalam hidup ini kita harus menyadari bahwa kadang-kadang masalah tidak selalu selesai namun disana Tuhan selalu bekerja. Dan disaat situasi tidak baik justru disana kedekatan kita dengan Tuhan membuat kita kuat.

Last Updated ( Tuesday, 27 May 2008 )

Source: http://www.bethanygraha.org

About these ads